animasi bergerak gif
Flow -  Progress

Definisi Ahlussunnah wal Jama'ah, ASWAJA dan Wahabi beserta perbedaanya

Definisi Ahlussunnah wal Jama'ah

Allah Azza wa jall berfirman : ”Berpeganglah kamu semua pada tali Allah (Al Qur’an dan Sunnah), dan janganlah kamu berpecah belah” (Al Qur’an. Surat Ali Imron : 103).

“ Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan Ulil Amri diantara kamu, Kemudian jika kamu berlainan/berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Kitabullah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya) jika kalian benar2 beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Al Qur’an. Surat An Nisa’ : 59)


"Katakanlah , "Inilah jalan ku, aku dan orang-orang yang mengikuti ku menyeru (kalian) kepada Allah Ta`ala dengan ilmu yang nyata .Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk oarng-orang yang musyrik" (QS. Yusuf :108)

“Wahai orang2 yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan (Total), dan jangan kamu ikuti langkah2 syetan, sesungguhnya ia (syetan) adalah musuhmu yang nyata” (QS. Al Baqoroh ayat 208)

Dari Mu’awiah Radhiallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berdiri diantara kami lalu bersabda :“Ketahuilah bahwa umat sebelum kalian dari golongan ahli kitab berpecah-pecah menjadi 72 firqoh/golongan, dan sesungguhnya umatku sampai dengan hari kiamat nanti akan terpecah menjadi 73 firqoh/golongan, dimana dari 73 golongan ini, yang 72 golongan terancam neraka dan hanya satu golongan yang menjadi ahli surga. Ketika para sahabat bertanya kepada Nabi SAW tentang siapa golongan yang hanya satu itu, Rasulullah menjawab: “Al jama’ah, yang aku dan para sahabatku ada diatasnya/berpijak pada sunnahku”. (SHAHIH, Riwayat Ahmad, Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : ”Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu amalan dalam urusan agama yang bukan datang dari kami (Allah dan Rasul-Nya), maka tertolaklah amalnya itu”. (SHAHIH, riwayat Muslim Juz 5,133)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Amma ba’du! Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam. Dan sejelek-jelek urusan adalah yang baru / yang diada-adakan (Muhdast) dan setiap yang muhdast adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (SHAHIH, riwayat Muslim Juz 3, 11, riwayat Ahmad Juz 3, 310, riwayat Ibnu Majah no 45)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Syetan telah berputus asa untuk disembah dinegri kalian, tetapi ia senang ditaati menyangkut hal selain itu diantara amal perbuatan yang kalian anggap sepele, maka berhati-hatilah. Sesungguhnya aku telah meninggalkan/mewariskan pada kalian apa2 yang jika kalian berpegang teguh padanya, maka kalian tidak akan sesat selamanya, yaitu kitab Allah dan Sunnah NabiNya” (HASAN, riwayat Bukhari, Muslim, Al Hakim, Adz zahabi, Albani)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membuat garis dgn tangannya, kemudian bersabda, "Inilah jalan Allah yg lurus", lalu beliau membuat garis2 di kanan dan kirinya kmudian bersabda,"Inilah jalan2 yg sesat, tak satupun jalan2 itu kecuali didalamnya terdapat syaitan yg menyeru kepadanya".[SHAHIH. HR. Ahmad 1/435, ad Darimi 1/72, al Hakim 2/261, al Lalika'i 1/90. Dishahihkan al Albani dlm Dzilalul Jannah].

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, patuh dan taat walaupun dipimpin budak Habasyi, karena siapa yang masih hidup dari kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah pada Khulafaur Rasyidin yang memberi petunjuk berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan) kepada hal-hal yang baru itu adalah kebid'ahan dan setiap kebid'ahan adalah kesesatan". [SHAHIH. HR.Abu Dawud (4608), At-Tirmidziy (2676) dan Ibnu Majah (44,43),Al-Hakim (1/97)]

"Aku tinggalkan kalian di atas (jalan) yang putih, malamnya bagaikan siangnya, tidak ada seorang pun sepeninggalku yang berpaling darinya melainkan ia (akan) binasa….”[SHAHIH. HR Ibnu Majah (1/16 no. 43) dan lain-lain, dari hadits Al-Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu ‘anhu. Ini lafazh dalam Sunan Ibnu Majah. Lihat juga As-Silsilah Ash-Shahihah (2/610 no. 937)]

Definisi ASWAJA

Sedangkan ASWAJA, singkatnya saja, mereka menyandarkan pemahaman mereka kepada tokoh yang mereka anggap sebagai pencetus faham mereka ini yaitu Abu Al Hasan Asy 'ariy dan Al Maturidi. Mereka sebenarnya boleh jadi faham dengan dalil2 diatas, namun mereka memahaminya dengan sudut faham yang lain, dengan pemahaman yang berbeda, dimana mereka menganggap dan meyakini adanya bid'ah hasanah. Oleh sebab itu mereka banyak mengamalkan hal2 (bid'ah hasanah) yang menurut mereka TIDAK ADA DALIL LARANGANNYA, seperti tahlilan, yasinan, maulidan, ngalap berkah, sholawatan, niat sholat pake usholli dan lain2 banyak sekali ragamnya. Mereka juga berkeyakinan bahwa Allah bukan diatas Arasy, namun bagi mereka Allah adalah ada pada segala tempat tanpa arah.

Definisi Wahabi

Adapun Wahabi adalah sebutan "tuduhan" bagi mereka2 berpegang teguh pada as sunnah dan memerangi syirik sebagaiman dakwah yang di canangkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang mana dakwah beliau adalah memurnikan Islam yang "Anti Syirik" dan "Anti Bid'ah". Sebutan tuduhan "wahabi" ini di prakarsai oleh musuh2 dakwah tauhid yang mana mereka adalah "Ahlul bid'ah" dan"Ahlusy Syirik"
Definisi Ahlussunnah wal Jama'ah, ASWAJA dan Wahabi beserta perbedaanya Definisi Ahlussunnah wal Jama'ah, ASWAJA dan Wahabi beserta perbedaanya Reviewed by HAJIDI on October 30, 2012 Rating: 5

No comments:

Contact


Powered by Blogger.